Berbagai potensi bencana alam berdasarkan karakteristik wilayah geografis Indonesia.

 Berbagai potensi bencana alam berdasarkan karakteristik wilayah geografis Indonesia.

Berikut penjelasan rinci berdasarkan karakteristik wilayahnya:

1. Letak Geografis dan Geologis

Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Kondisi ini membuat Indonesia rawan terhadap gempa bumi, tsunami, dan aktivitas gunung api.

a. Gempa Bumi Tektonik

Penyebab: Pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan atau bergeser.

Wilayah Rawan:

Sumatra (Patahan Semangko, subduksi Mentawai)

Jawa bagian selatan

Sulawesi (Patahan Palu-Koro)

Maluku, Papua

 

Dampak: Kerusakan bangunan, korban jiwa, dan potensi tsunami jika terjadi di laut.

 

b. Tsunami

Penyebab: Gempa bumi di bawah laut, letusan gunung api bawah laut, atau longsor bawah laut.

Wilayah Rawan: Pantai barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua.

Contoh: Tsunami Aceh 2004, Tsunami Selat Sunda 2018.

c. Gunung Meletus

Penyebab: Aktivitas magma pada jalur Ring of Fire.

Wilayah Rawan: Hampir seluruh pulau besar kecuali Kalimantan Contoh Gunung Aktif: Merapi (Jawa Tengah), Semeru (Jawa Timur), Sinabung (Sumatra Utara), Lokon (Sulawesi Utara).

 

2. Letak di Daerah Tropis dan Iklim Monsun

Indonesia memiliki curah hujan tinggi dan musim hujan–kemarau yang jelas, sehingga rawan bencana hidrometeorologi.

a. Banjir

Penyebab: Curah hujan tinggi, drainase buruk, pendangkalan sungai, alih fungsi lahan.

Wilayah Rawan: Dataran rendah seperti Jakarta, Semarang, Banjarmasin.

Dampak: Kerusakan rumah, gagal panen, penyakit.

b. Tanah Longsor

Penyebab: Hujan deras pada wilayah berbukit atau pegunungan yang tanahnya labil.

Wilayah Rawan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah.

Faktor Pemicu: Penebangan hutan, gempa bumi.

c. Banjir Bandang

Penyebab: Hujan ekstrem di hulu sungai, runtuhnya bendungan alam.

Contoh: Banjir bandang Sentani, Papua (2019).

3. Pengaruh Musim Kemarau Panjang

Ketika kemarau panjang, potensi kekeringan dan kebakaran hutan/lahan meningkat.

a. Kekeringan

Wilayah Rawan: Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa bagian utara, sebagian Sulawesi.

Dampak: Krisis air bersih, gagal panen.

b. Kebakaran Hutan dan Lahan

Penyebab: Musim kemarau, pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Wilayah Rawan: Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Tengah.

Dampak: Kabut asap lintas negara, gangguan kesehatan.

4. Karakteristik Laut dan Kepulauan

Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai ± 108.000 km, sehingga rawan gelombang tinggi dan abrasi.

a. Gelombang Tinggi / Badai Laut

Penyebab: Angin kencang, badai tropis di sekitar perairan.

Wilayah Rawan: Laut Natuna, Laut Banda, Samudra Hindia selatan Jawa–Sumatra.

Dampak: Kecelakaan kapal, terhambatnya transportasi laut.

 

 

b. Abrasi

Penyebab: Pengikisan pantai oleh gelombang dan arus laut.

Wilayah Rawan: Pantai utara Jawa, pesisir Kalimantan Barat.

Dampak: Hilangnya daratan, rusaknya pemukiman.

 

Kesimpulan

Karakteristik geografis Indonesia—pertemuan lempeng tektonik, iklim tropis, kepulauan, dan garis pantai yang panjang—membuatnya rawan berbagai bencana alam, baik geologis (gempa, gunung meletus, tsunami) maupun hidrometeorologis (banjir, longsor, kekeringan, kebakaran).
Kesadaran, mitigasi, dan pendidikan bencana menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak.

 

 

Tabel peta wilayah + jenis bencana lengkap berdasarkan karakteristik geografis Indonesia, supaya siswa mudah memahami keterkaitannya.

 

Tabel Potensi Bencana Alam Indonesia Berdasarkan Wilayah

No

Wilayah/Provinsi Utama

Karakteristik Geografis

Potensi Bencana Utama

Penyebab

Contoh Kejadian

1

Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu

Pantai barat Sumatra, pertemuan Lempeng Indo-Australia & Eurasia

Gempa bumi, tsunami

Subduksi lempeng di zona megathrust

Tsunami Aceh 2004

2

Sumatra Utara

Gunung api aktif (Sinabung), patahan besar

Gunung meletus, gempa bumi

Aktivitas magma, pergeseran patahan

Erupsi Sinabung 2010–2021

3

Riau, Sumatra Selatan

Lahan gambut luas

Kebakaran hutan & lahan, kabut asap

Pembakaran lahan saat kemarau

Kabut asap 2015

4

Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah

Dataran rendah, curah hujan tinggi

Banjir, tanah longsor

Drainase buruk, hujan ekstrem

Banjir Jakarta 2020

5

Jawa Tengah, DIY

Pegunungan & lereng vulkanik

Gunung meletus, tanah longsor

Aktivitas Gunung Merapi, hujan deras

Erupsi Merapi 2010

6

Jawa Timur

Gunung api aktif (Semeru, Bromo)

Gunung meletus, banjir lahar

Aktivitas vulkanik

Erupsi Semeru 2021

7

Banten, Jawa Barat bagian selatan

Pesisir selatan menghadap Samudra Hindia

Tsunami, gempa bumi

Subduksi lempeng

Tsunami Selat Sunda 2018

8

Bali, NTB, NTT

Zona subduksi, kepulauan kering

Gempa bumi, tsunami, kekeringan

Pergerakan lempeng, iklim kering

Gempa Lombok 2018

9

Kalimantan Tengah & Barat

Pantai & lahan gambut

Kebakaran hutan, banjir

Kemarau panjang, hujan ekstrem

Kabut asap Kalimantan 2015

10

Sulawesi Tengah

Patahan Palu-Koro

Gempa bumi, likuefaksi, tsunami

Pergeseran patahan

Gempa & tsunami Palu 2018

11

Sulawesi Utara

Gunung api aktif, laut dalam

Gunung meletus, gelombang tinggi

Aktivitas magma, badai laut

Erupsi Soputan 2018

12

Maluku, Maluku Utara

Pulau kecil, laut dalam

Gempa bumi, tsunami, gelombang tinggi

Subduksi lempeng, badai

Gempa Maluku 2019

13

Papua, Papua Barat

Pegunungan tinggi, pesisir rawan

Banjir bandang, gempa bumi

Hujan ekstrem, patahan aktif

Banjir bandang Sentani 2019


Legenda Potensi Bencana

Bencana Geologis → Gempa bumi, gunung meletus, tsunami, likuefaksi

Bencana Hidrometeorologis → Banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan

Bencana Lingkungan → Kebakaran hutan, abrasi, gelombang tinggi

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD dengan Bahan Ajar Materi Lembaga Sosial

Bahan Ajar Dinamika Sosial (IPS SMP Kelas 8 ) @SMPN8Bandarlampung

Tugas Mata Pelajaran IPS , Kelas 8